Penjelasan mengenai KPI (Key Performance Indicator) dalam Perusahaan

  • 2 min read
  • Aug 20, 2020

Fungsi kontrol dan evaluasi berperan penting dalam manajeman, untuk memastikan rencana dalam perusahaan berjalan sesuai dengan yang diharapkan, sehingga tujuan akhir perusahaan sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Dibutuhkan sistem manajemen yang baik, dalam mengontrol serta mengevaluasi kinerja pada perusahaan. Banyak perusahaan menggunakan sistem  kinerja list of KPI serta tidak peduli dengan keterkaitan antar indikator. Pada satu dekade terakhir telah berkembang suatu sistem manajemen kinerja untuk mengakomodasi mengenai keterikatan antar indikator seperti Balanced Scorecard (BSC).  Hubungan keterikatan antar indikator pada BSC ini secara kuantitatif, sehingga metode pengukuran kinerja dapat digunakan lebih definitif dan spesifik, contohnya melakukan perbaikan yang lebih detail, maupun untuk melakukan perediksi pada sistem di masa yang akan datang.

Pengertian KPI

Key Performance Indicator atau dikenal dengan KPI merupakan alat ukur yang menjelaskan ektifvitas terhadap perusahaan untuk mencapai target bisnis.  Perusahaan memakai KPI untuk mengukur keberhasilan pencapaian target. Berikut karakteristik dari KPI ialah:

  • Mempunyai efek yang positif
  • Mempunyai efek yang sangat signifikan
  • Ukuran yang sering digunakan (Regular measurements)
  • Ukuran Non-Financial
  • Ukuran yang diketahui oleh manajemen
  • Tanggung jawan terhadap tim maupun individu
  • Mengerti dan memahami KPI yang ada pada suatu organisasi

Key Performance indicator (KPI) dapat dilakukan pada periode harian, mingguan, dan bulanan. KPI menjadikan sangat penting dalam perusahaan, dan perlu perhatian secara terus menerus dari manajemen. Jika seseorang menyimpang dari KPI, maka pihak manajemen dapat mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas keputusan tersebut.

Image by mohamed Hassan from Pixabay

Jenis-jenis Key Performance Indicator (KPI)

Key Performance Indicator atau KPI dibedakan menjadi dua jenis indikator yaitu KPI Financial dan KPI Non-Financial.

Key Performance Indicator Financial 

KPI Financial merupakan indikator kinerja, yang memiliki tugas utamanya berkaitan dengan keuangan. Beberapa contoh mengenai KPI Finansial sebagai berikut:

  • KPI Laba Kotor (Gross Profit) merupakan KPI untuk mengukur jumlah uang yang masih tersisa dari pendapatan setelah dikurangi dengan Harga Pokok Penjualan (HPP).
  • KPI Laba Bersih (Net Profit) merupakan KPI untuk mengukur jumlah uang yang masih tersisa dari pendapatan setelah dikurangi dengan Harga Pokok Penjualan dan biaya-biaya bisnis seperti pajak serta biaya bunga.
  • KPI Marjin Laba Kotor (Gross Profit Margin) merupakan KPI untuk mengukur nilai persentase yang didapat dari hasil pembagian laba kotor dengan pendapatan.
  • KPI Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin) merupakan KPI untuk mengukur nilai persentase yang didapat dari hasil pembagian laba bersih dengan pendapatan.
  • KPI Rasio Lancar (Current Ratio) merupakan KPI untuk mengukur kinerja keuangan pada neraca likuiditas melalui pembagian aktiva lanacar (current assets) dengan kewajiban lancar (current liabilities).

Pentingnya menentukan KPI Financial untuk memprediksi suatu bisnis agar mampu bertahan, apabila terjadi kondisi penurunan secara tiba-tiba.

Key Performance Indicator Non-Financial

KPI Non-Financial merupakan KPI yang tidak berpengaruh secara langsung, terhadap keuangan pada perusahaan. Beberapa contoh mengenai KPI Non-Finansial sebagai berikut:

  • Pergantian Tenaga Kerja (Manpower Turnover
  • Indeks Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Metrics)
  • Rasio Pelangan Berulang terhadap Pelanggan Baru (Repeat Customer to New Customer Ration)
  • Bagian Pasar (Market Share)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *