Pengalaman Tes Seleksi PPA PPTI PPBP BCA 2021

  • 9 min read
  • Aug 08, 2021

Bhutannica.org – Halo rekan-rekan! Apa kabar nih? Mudah-mudahan sehat selalu, keep clean and sanitize gaes! Sesuai judul, di sini saya ingin berbagi tentang pengalamanku dalam mengikuti seleksi beasiswa PPA/PPTI BCA nih. Sebelum saya share pengalamanku, kelihatannya kurang lengkap kalau saya tidak jelaskan dulu tentang beasiswa ini.

Jadi , Beasiswa PPA/PPTI BCA sebuah beasiswa yang disiapkan oleh BCA sebagai wujud program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Program ini berjalan selama 30 bulan dan berlokasi di BCA Learning Institute, Sentul. Beasiswa ini memiliki dua bentuk program dengan jalur yang berbeda yakni:

  • Program Pendidikan Akuntansi (PPA);
  • Program Pendidikan Teknik Informatika (PPTI).
  • *kuota dapat berbeda sewaktu-waktu sesuai keperluan dan ketentuan dari pihak BCA
  • *edited: PPA saat ini berubah nama menjadi PPBP (Program Pendidikan Bisnis dan Perbankan)

Tentu kalian bertanya, apa saja sih yang kita dapat dari program ini? Dan benefit apa saja yang akan kita dapatkan? Nah, jawabnya adalah banyak. PPA/PPTI/PPBP BCA adalah beasiswa dengan paket lengkap. Berikut adalah keuntungan yang akan kita dapat dari PPA/PPTI/PPBP BCA:

Disediakan buku pelajaran selama program pembelajaran berlangsung dan beberapa alat pendukung program. Kalkulator Scientific (khusus untuk PPA) dan laptop (khusus untuk PPTI).
Biaya pendidikan gratis (full) dan memperoleh uang saku bulanan
Memperoleh kesempatan magang dan penawaran kerja di BCA
Memperoleh makan siang selama program berlangsung
Disediakan Dormitory (dapat dicek di instagram @rumahtalentabca) dan Shuttle Bis

Betul-betul menarik kan? Eits tetapi jangan salah, beasiswa ini mempunyai keuntungan yang cukup banyak begitupun dengan tahapan seleksinya. Nih, saya kasih tahu tahapan seleksi PPA/PPTI/PPBP BCA:

Sebelumnya (Offline)

  1. Seleksi Administrasi
  2. Tes Online
  3. Psikotes
    • Psikotes 1 (akademik)
    • Psikotes 2 (kepribadian)
  4. Interview 1
  5. Interview 2
  6. Medical Check Up

PPA/PPTI/PPBP BCA 2021

  1. Seleksi Administrasi
  2. Tes Online
  3. Psikotes IFO
    • Psikotes online
    • Interview dengan pihak vendor (IFO)
  4. Interview 1 BCA
  5. Interview 2 BCA
  6. Medical Check Up

*terdapat perbedaan tahapan penyeleksian antara beberapa tahun sebelumnya dengan tahun ini karena pandemi

Cukup banyak kan tingkatannya? Tetapi itu semua sepadan dengan yang akan kita dapat nantinya sih. Dan perlu digarisbawahi jika tiap tahapan di atas berlaku sistem gugur maka dari itu bila tidak berhasil di salah satu tahapan maka tidak dapat melanjutkan ke tahapan selanjutnya.

Jadi , berikut penjelasan singkat saya terkait program ini. Bila rekan-rekan berminat untuk mendaftar dan ingin tahu mengenai persyaratan lebih lanjut terkait PPA/PPTI/PPBP BCA dapat akses situs https://karir.bca.co.id/beasiswa-bca

Karena saya ikutnya seleksi PPA/PPTI BCA untuk tahun 2021, saya hanya bisa berbagi terkait pengalamanku. Karena semua yang saya catat di sini murni berdasarkan apa yang pernah saya alamin dan ikutin.

Seleksi Administrasi

Ketika itu, saya baru saja menerima rapor kenaikan kelas XI ke kelas XII di bulan Juni 2020. Saya memang punya niat untuk mendaftar PPA/PPTI BCA sejak dari beberapa waktu sebelumnya karena itu aku segera menghubungi salah seorang alumniku yang sudah diterima di PPA BCA. Alumniku memberikan saran kepadaku untuk segera daftarkan diri di PPA BCA setelah saya memperoleh nilai semester keempat.

Pada akhirnya, saya memilih untuk mendaftarkan satu minggu setelah itu tepat di tanggal 29 Juni 2020. Dan seingatku tampilan website BCA terkait form nilai pada pendaftaran PPA/PPTI BCA saat itu masih berbentuk file excel. Tetapi BCA telah mengupdate website dan form pendaftaran hingga lebih mudah untuk diisi.

Tes Online

Setelah menunggu seminggu, e-mail itu pada akhirnya saya dapatkan. Dan di e-mail itu tertera detail materi yang perlu saya pelajari dan informasi login untuk tes online. Pada waktu itu, saya memperoleh jarak waktu pengerjaan selama tiga hari dan saya memilih untuk mengerjakannya di hari pertama karena saya anak sibuk gais ((sombong amat wkwk)) sehingga saya hanya punya waktu di keesokan hari untuk mengerjakan test online.

Sebenarnya saya merasa soalnya tidak terlalu sulit hanya waktunya sangat terbatas, jadi memang harus kejar-kejaran dengan waktu. Walau waktunya terbatas, saya berusaha semua soal terisi meski ada banyak soal yang saya ngasal karena tidak sempat ngitung hehehe.

Catatan:

Bila kalian sedang di tahapan ini, saya sarankan kalian pilih waktu pengerjaan ketika kondisi kalian benar-benar prima supaya bisa kerjakan tes online dengan maksimal.
Untuk kalian yang bingung contoh soal dari tes online bagian Numerical, kalian bisa mencoba latihan soal TPA Numerical karena menurutku tipikal soalnya mendekati semacam itu.
Tes Online mempunyai saat yang relatif cepat tetapi upayakan masih tetap isi semua masalahnya. Setahuku test online itu tidak berbobot nilai minus sehingga kalau kalian mau tak mau ngasal, masih aman gais.

Psikotes Online

Sesudah test online, saya benar-benar menanti informasi terkait tahapan seterusnya yang tak kunjung tiba. Sampai di awal Oktober saya memperoleh informasi jika psikotes akan diadakan lewat cara online dan saya memperoleh jadwal sekian hari setelah saya memperoleh info tersebut.

Saya betul-betul senang sekaligus sedikit terkejut karena jadwalnya sudah cukup dekat sementara persiapanku belum cukup matang terkait beberapa materi psikotes. Sebenarnya saya udah belajar materi psikotes, tetapi itu hanya di awal setelah saya mengikuti test online. Karena saya menunggu terlalu lama saya jadi belum memperdalam persiapanku saat itu.

Pada akhirnya hari itu datang. Kemarin saya minta ijin ke wali kelasku untuk tidak mengikuti dan minta tugas yang saya bisa susul nanti di mata pelajaran esok hari karena psikotes mulai jam 8 pagi.

Saya cukup grogi karena sistem psikotes online mewajibkan kita untuk melakukan google meet bersama rekan-rekan yang jadwalnya sama dan didampingi oleh observer dari pihak IFO. Di saat psikotes belangsung, sebelumnya saya sedikit terkejut karena waktunya betul-betul singkat, bahkan lebih singkat dibanding saat test online. Tetapi saya coba fokus dan berusaha untuk kerjakan soal psikotes dengan semampuku. Jujur saja karena kebatasan waktu, beberapa soal psikotes tidak terjawab dan karena itu saya merasa jika di saat itu kelihatannya saya akan gagal ((udah hopeless wkwk)).

Psikotes selesai pada jam 11 siang, dan observerpun menjelaskan jika informasi peserta yang lolos ke tahapan selanjutnya akan diberitahu langsung pada jam 12 siang. Pada akhirnya saya menunggu satu jam dengan kondisi pasrah karena berpikir jika saya kurang maksimal dalam pengerjaan psikotes awalnya. Saya sempat mengalami masalah server di saat test kepribadian yang mengakibatkan saya keluar paling telat dibanding rekan-rekan lainnya.

Saya hanya bisa menjelaskan “yaudahlah.” Betul-betul pasrah dan cuman bisa berdoa bahwa apapun hasilnya adalah jalan yang terbaik bagiku.

Catatan:

  • Bila kalian baru selesai test online dan sedang menunggu tahapan psikotes, saya menganjurkan kalian untuk latihan dalam hadapi soal psikotes secara berkala supaya bisa memperlancar kalian di saat proses pengerjaan soal nanti.
  • Ada banyak bentuk tes yang saya ingat pada psikotes online, yakni seperti berikut:
    • Figural (Pola gambar, perbedaan dan persamaan gambar)
    • Deret Angka
    • Analisis Wacana (disediakan sebuah wacana nanti soalnya berupa pernyataan, kita dituntut untuk memastikan nilai pernyataan itu antara ‘Benar’ / ‘Salah’ / ‘Tidak Diketahui’.
    • Analisis Pertidaksamaan Variabel (disajikan pertidaksamaan, nanti soalnya berupa kesimpulan dari pertidaksamaan itu dan kita dituntut untuk memastikan nilai kesimpulan itu antara ‘Benar’ / ‘Salah’ / ‘Tidak Dijumpai’. *Contoh: a < b < c kesimpulan: a > c jadi nilai kesimpulan: Salah
    • Tes Kepribadian
    • Menggambar orang
    • Menggambar Pohon
  • Selain materi, kalian juga harus menyiapkan mental kalian. Kerjakan soal dengan tenang dan usahakan tidak boleh panik
  • Tips yang terakhir untuk tahapan ini, persiapkan cadangan perangkat atau jaringan. Ini betul-betul penting untuk mengantisipasi beragam masalah teknis yang terjadi di saat pembuatan psikotes online ini.

Interview IFO (Vendor)

Saya menunggu satu jam sesudah psikotes dan kepalaku berasa pusing karena menatap monitor laptop sepanjang 3 jam nonstop. Pada jam 12 siang, akhirnya pengumuman pun disampaikan via WhatsApp lewat group yang sebelumnya sudah dibuat oleh pihak vendor sehari sebelum psikotes dimulai.

Karena saya sudah pasrah, saya sedikit malas buka informasi itu. Toh, saya berpikiran saya telah gagal waktu itu. Tetapi, rupanya saya bisa lolos dan memperoleh sesi interview yang pertama pada jam 1 siang. Saya suka walau ada rasa grogi yang saya rasakan karena berarti saya hanya mempunyai waktu persiapan kurang lebih 1 jam saja.

Pada akhirannya, saya masuk ke link meet dengan interviewerku saat itu 5 menit saat sebelum jadwal. Saya menanti cukup lama bahkan lebih dari waktu yang ditetapkan, tetapi interviewerku belum tiba juga. Sesudah saya menanti beberapa lama selanjutnya, interviewerku akhirnya tampak.

Sesi interview berjalan tidak cukup lama, kurang lebih 30 menit. Pertanyaannya tentang diri dan sekolah. Interviewer menginfokan jika tahapan selanjutnya akan dikabarkan paling lama 1 bulan.

Catatan:

  • Siapkan mental kalian dan usahakan tidak grogi saat menjawab
  • Waktu saya SMA, saya belajar Public Speaking yang rupanya sangat bermanfaat di saat sesi interview. Dalam public speaking kalian harus memperhatikan 3 faktor, yaitu:
    • Manners (etika di saat kalian menjawab harus santun, usahakan tubuh tegak, dan tatapan ke arah pada monitor/langsung ke interviewer).
    • Metode (dalam jawab pertanyaan lebih bagus disertai dengan gesture badan yang bagus tetapi tidak terlalu berlebih, begitupula dengan pemilihan kata yang disampaikan [saya pribadi pilih penggunaan kata yang tidak begitu baku namun tetap sopan]).
    • Materials (untuk aspek ini, dalam sesi interview sebenernya tidak ada materi yang perlu kalian pelajari karena semua pertanyaan itu terkait mengenai diri kita. Kalian cuman harus jujur sich pokoknya).

Interview 1 BCA

Setelah interview IFO, saya benar-benar menunggu-nunggu info selanjutnya, hampir tiap hari saya memeriksa e-mailku tetapi undangan itu tidak juga tiba. Dan ada peristiwa unik pada masa penantian itu. Saya tidak paham jika teman kelasku sekaligus sekretaris umum di OSISku ikuti seleksi untuk PPA BCA.

Mengetahui hal tersebut, saya betul-betul suka karena merasa akhirnya saya mempunyai kawan seperjuangan. Saya dan ia mulai terlibat perbincangan di line. Yang saya ketahui, dia telah memperoleh e-mail undangan Interview 1 BCA yang terjadwal di keesokan hari.

Keesokan harinya, temanku itu mengikuti sesi interviewnya dan memberinya gambaran kepadaku bagaimana sesi itu berjalan. Temanku itu baik sekali dan sebenarnya saya mengharapkan jika kita bisa sama lolos sampai akhir.

Tetapi, kenyataan berbicara lain. Temanku memberitahuku jika dia memperoleh e-mail yang berisi pernyataan jika dia harus stop pada tahap itu pada hari yang sama sesudah dia lakukan sesi interview. Dan di saat itu, saya benar-benar terpukul. Rasanya, saya baru saja suka jika ada orang yang saya kenal berjuang bersamaku di seleksi ini dan saya benar-benar menyimpan harapan bisa melalui program ini bersama dengannya. Tetapi rupanya semesta tidak sebaik itu.

Walau demikian, temanku itu masih tetap memberikan dukungan dan itu malah yang membuat hatiku sedikit teriris. Saya benar-benar berterimakasih ke temanku itu. Saya cuman bisa doakan yang terbaik buatnya.

Setelah peristiwa itu, saya menanti cukup lama dan lagi lagi saya pasrah dan kembali berpikiran kelihatannya saya akan gagal saat sebelum interview satu BCA. Karena sudah dua minggu saya menanti tetapi tidak ada kabar apapun, walau sebenarnya temanku memperoleh e-mail hanya dalam waktu 5 hari sesudah Interview IFO. Tetapi, beberapa waktu sesudahnya saya dikejutkan oleh notifikasi e-mailku yang rupanya berisi undangan Interview 1 BCA. Dalam kata lain, saya memperoleh undangan tersebut 20 hari setelah saya interview IFO.

Saya menjalani sesi interview itu kira-kira sekitar 45 menit. Interviewerku di sesi ini sebagai orang yang paling ramah maka dari itu saya merasa seperti ngobrol dibanding interview hahaha. Beberapa point pertanyaan yang saya ingat di interview ini misalnya:

  • Kenapa kamu mendaftar PPA BCA?
  • Bila kamu tidak diterima di program ini, apa yang akan kamu lakukan?
  • Prestasi apa yang kamu miliki sepanjang SMA?
  • Lebih dekat sama siapa di lingkungan keluarga?
  • Cara belajar kamu seperti apa?
  • Berapakah teman dekat yang kamu punya?
  • Bagaimana cara kamu membagi waktu antara organisasi dengan kewajiban kamu sebagai siswa (belajar)?
  • Bagaimana cara pembagian tugas dalam kelompokmu jika ada tugas kelompok?

Pokoknya pertanyaan di sesi ini mengutamakan tentang kepribadian, latar belakang keluarga, dan beberapa hal detail dari kita masing-masing.

Catatan:

  • Sama seperti dengan interview sebelumnya, di interview ini perlu persiapan mental dan ketenangan
  • Perhatikan Manners dan Cara kalian pada saat jawab pertanyaan
  • Jujur adalah kunci khusus, karena setahuku BCA benar-benar menjunjung tinggi kejujuran
  • Walau di saat interview situasinya santai, kalian tidak boleh lengah dan melakukan tindakan ceroboh. Karena Interviewer adalah orang yang memiliki pengalaman di bidangnya maka dari itu yang pasti interviewer mempunyai caranya sendiri untuk mengubah fokus kalian hingga bisa dijadikan salah satu wujud parameter terhadap kemampuan diri kalian.
  • Pertanyaan yang bakal dikatakan itu relatif dan berbeda tergantung interviewer dan diri kalian masing-masing maka dari itu kalian tidak boleh terlalu berpatok terhadap pertanyaan baku yang sudah kalian siapkan.

Interview 2 BCA

Sebelas hari sesudah saya interview pertama, pada akhirnya saya memperoleh undangan interview 2 BCA.

Saat sebelum sesi interview dimulai, saya betul-betul merasa grogi karena interview ini sebagai tahapan penting dan penentu jika saya berhasil ke Medical Check-Up atau mungkin tidak. Awalnya saya diberi semangat oleh temanku yang waktu itu. Dia mengingatkanku untuk berdoa dan aku juga lakukan itu. Saya berdoa mudah-mudahan interview kali ini bisa berjalan dengan lancar.

Saat sesi interview berlangsung, saya mengalami permasalahan koneksi internet tetapi untungnya saya telah prepare hotspot yang bisa saya pakai setiap saat bila ada masalah semacam ini. Interviewerku sebagai orang yang pengertian dan benar-benar ramah. Beliau membolehkan saya untuk mengganti jaringanku lebih dulu di saat masalah itu terjadi.

Durasi waktu Interview ini terhitung lebih lama dari sebelumnya, kurang lebih 50 menit. Kembali lagi saya merasa benar-benar nyaman sepanjang interview karena pertanyaannya tidak berbeda jauh dari interview sebelumnya tetapi lebih detail. Sama seperti yang saya ucapkan sebelumnya, kejujuran adalah hal yang penting dan saya merasa kejujuran itu yang membuatku tidak kesulitan dalam jawab pertanyaan sepanjang sesi interview 2 berlangsung.

Catatan:

  • Sekali lagi, saya merekomendasikan kalian untuk jujur dan apa adanya. Saya sendiri mempunyai prinsip jika saya perlu jadi diri sendiri, bila saya bisa lolos maka saya benar-benar bersyukur. Bila saya tidak berhasil, mungkin profilku memang tidak cocok dengan BCA.
  • Kalian harus konsisten pada jawaban kalian karena interviewer di sesi ini mempunyai catatan jawaban kalian di sesi interview 1 BCA sebelumnya. Bila jawaban kalian berbeda, maka bisa jadi kalian dianggap bohong.
  • Di sesi ini, kalian dituntut untuk memberikan eksplorasi diri kalian lebih jauh dibanding interview-interview sebelumnya maka dari itu kalian harus mempersiapkan diri untuk built-up question (pertanyaan lanjutan) yang nanti akan diajukan oleh interviewer.

Medical Check-Up

Setelah serangkain test dan interview, saya menanti kabar selanjutnya untuk Medical Check Up jika saya dipastikan lolos dari tahapan sebelumnya. Delapan hari setelah saya interview 2 BCA, saya memperoleh e-mail undangan Medical Check Up di salah satu Medical Centre wilayah Jakarta Selatan.

Adapun rangkaian test kesehatan, yaitu:

  • Tes Darah;
  • Tes Urine;
  • Tes Buta Warna (untuk PPA tidak mempengaruhi);
  • Rontgen Paru-Paru;
  • Tinggi, Berat Badan;
  • Tekanan Darah, Denyut Nadi;
  • Pengecekan Tato;
  • dan beberapa tes kesehatan pada umumnya.

Catatan:

  • Saya benar-benar menyarankan kalian untuk banyak minum air putih saat sebelum MCU, karena ini bisa memudahkan kalian pada saat disuruh sampel untuk tes Urine.
  • Usahakan tidak boleh tegang dalam semua rangkaian tes MCU, karena hal tersebut bisa mempengaruhi hasil nantinya. Pada saat saya MCU, ada salah seorang peserta yang lain terlalu tegang ketika pengambilan sampel darah sehingga jarum suntiknya tidak dapat mengambil darah peserta itu, akhirnya dia harus menenangkan diri lebih dulu.
  • MCU adalah salah satu tahapan seleksi. Walau kesempatan kalian bisa lolos lebih besar dibanding sebelumnya, bagaimana juga MCU masih bisa menggugurkan peserta. Tetapi kalian tenang saja, sepanjang kalian sehat dan tidak macem-macem, tentu kalian akan bisa lolos dari tahapan ini.

Beberapa hari kemudian persisnya tiga hari setelah ulang tahunku dan 9 hari setelah saya MCU, saya memperoleh telepon untuk konfirmasi penandatanganan perjanjian beasiswa.

Saya benar-benar suka, dan tidak ada kata-kata yang lain terucap kecuali i’m so grateful. Saya betul-betul mengucapkan syukur bisa sampai sejauh ini. Proses seleksi yang cukup panjang rasanya terlewatkan ingat titik yang saya raih sekarang ini. Saya benar-benar mengucapkan terima kasih ke orang-orang yang selalu memberikan dukungan diriku selama seleksi ini berlangsung khususnya untuk temanku yang sebelumnya berusaha bersamaku di seleksi ini.Thank u so much!

Saya benar-benar sadar jika perjalananku masih panjang. Tetapi saya telah berjanji pada diriku sendiri, jika saya tidak mengecewakan siapapun yang sudah memberikanku peluang dan membantuku sampai ada di titik ini, termasuk diriku sendiri. Saya akan berusaha lebih keras dibanding sekarang ini.