Pentingkah Packing List dan Invoice dalam Bisnis Ekspor Impor

  • 2 min read
  • Jul 22, 2021

Bhutannica.org – Saat akan lakukan proses export import, Anda harus tahu beberapa istilah yang dipakai didalamnya. Istilah-istilah yang terkait dengan proses export import ini memang ada banyak. Karena itu, dengan mengerti beberapa istilah tersebut, arti dan kapan digunakannya, Anda jadi bisa lakukan aktivitas export import dengan baik. Dua istilah yang sering dipakai dalam export import ini adalah packing list dan invoice.

Perbedaan Packing List dan Invoice

Dalam rangkaian proses export import, akan ada beberapa dokumen yang diperlukan supaya barang yang Anda beli bisa sampai ke tangan Anda. Begitupun ketika barang sudah sampai ke tangan pembeli, ada juga dokumen yang perlu dilampirkan didalamnya. Dokumen itu adalah packing list.

Apa Itu Packing List

Packing list sendiri adalah daftar rincian beberapa barang yang ada di dalam paket pengiriman yang diterima oleh pelanggan. Packing list ini berperan untuk mempermudah dalam pengecekan isi barang di dalam peti jika ada pemeriksaan setiap saat.

Bagaimana Penulisan Packing List

Penulisan packing list pun tidak begitu repot dan susah. Hanya tulis detail barang yang ada di dalam satu peti pengiriman. Detail yang ditulis didalamnya mencakup nomor koli, isi dari tiap koli, ukuran dan berat bersih (netto).

Apa Itu Invoice

Dokumen lain yang tidak kalah penting adalah invoice. Invoice ini juga dikenal dengan faktur, yaitu dokumen tertulis yang berisi informasi nama barang, jumlah, dan harga yang perlu dibayar oleh pembeli. Bisa juga disimpulkan sebagai dokumen yang berisi penagihan utang oleh pembeli ke penjual. Invoice ini biasanya dibentuk dalam 3 rangkap.

Fungsi Invoice

Dokumen ini mempunyai peranan penting secara umum adalah sebagai bukti pembelian yang sekaligus berperan sebagai surat penagihan utang atas pembelian yang sudah dilakukan. Disamping itu, invoice bisa juga berperan sebagai referensi yang sah jika barang akan dijual kembali.

Invoice juga bisa digunakan sebagai rekomendasi jika ada tambahan transaksi ke pembukuan. Fungsinya yang paling akhir adalah sebagai referensi resmi yang dipakai untuk faktur pajak.

Jenis Invoice

Invoice ini masih dipisah jadi 3 jenis, yaitu invoice biasa, proforma dan invoice konsuler. Invoice biasa ini adalah dokumen penagihan umum yang biasanya dipakai untuk transaksi sederhana.

Jenis kedua ada invoice proforma, adalah dokumen yang diberi saat suplai produk belum tuntas. Karena itu, umumnya invoice jenis ini diberikan secara bertahap ke konsumen. Terakhir ada invoice konsuler yang disebut jenis paling eksklusif. Dokumen ini kebanyakan dipakai untuk transaksi yang berskala besar antar negara.

Itu tadi adalah keterangan singkat tentang packing list dan invoice. Dua dokumen yang wajib ada dan disertakan bersama barang yang dikirimkan. Dengan mengetahui perbedaan kedua dokumen ini akan mempermudah Anda saat membuat dan mengidentifikasinya.