Pengalaman Lolos Tes CPNS: Alur dan Tips SKD Terbaru

  • 8 min read
  • Jul 14, 2021

Bhutannica.org – Alhamdulillah SK CPNS 2019 turun minggu lalu. Untuk pertamanya kali di tahun 2019 saya ikut tes CPNS Formasi Dosen. Pada akhirnya setelah banyak pertimbangan dan support dari beragam pihak, saya mendaftarkan formasi dosen. Nah, kali ini saya ingin berbagi pengalamanku saat ikuti test CPNS 2019.

Pada tulisan ini aku fokus pada perjuangan aku dalam menempuh cita-cita masa kecilku, yang tentu saja merupakan salah satu doktrin dari sebagian orang tua di Indonesia. Doktrin untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau saat ini disebut sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

1. Tata Niat

Apa sih tujuan kamu ikut CPNS 2021? Ini adalah pertanyaan yang perlu kamu jawab saat akan mendaftar. Jangan sampai di tengah-tengah jalan nanti kamu menyesal atau labil karena belum meluruskan niat. Pasti tiap orang mempunyai alasan yang lain. Ada yang mendaftarkan CPNS 2021 diantaranya karena perintah orang tua, untuk mertua, agar lamarannya diterima sang pujaan hati, pensiunan pada hari tua, atau iseng karena lama tidak bekerja, patah semangat dengan cita-citanya yang idealis, ingin kaya raya (walau sebenarnya kalau kepengin kaya ya jadi pengusaha!) atau karena sekedar ingin mendapatkan title PNS. Apa saja niatmu, itu akan mempengaruhi jalan hidupmu kelak selama jadi PNS.

Saya sendiri awalannya tidak kepikiran mendaftar CPNS 2019. Saat itu yang ada di otakku seusai menikah saya akan resign dari universitas di Surabaya, lalu berpindah ke Solo ikut suami, dan jadi ibu rumah tangga atau lanjut studi S-3. Eh lha kok, pagi-pagi orangtua menghubungi dan memintaku mendaftar tes CPNS di Solo siapa yang tahu UNS ada lowongan dosen. Cocok sekali memang ku lihat di daftar universitas area Solo ada skema dosen Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNS. Saya “iya” kan saja keinginan orangtua saat itu.

Aslinya saya bimbang beberapa hari, saya tidak ingin niatku mendaftar CPNS 2021 karena hanya orangtua. Harus ada niat yang bena-benar menjadi dasar bagiku bekerja nanti. Dunia pekerjaan buatku seperti dunia persilatan. Akan ada beberapa rintangan, tanggung jawab, dan persiapan yang menguras pikiran, fisik, atau mental. Apa lagi ini CPNS, kontraknya bukan hanya terikat dengan lembaga tetapi juga negara.

Sesudah sholat minta petunjuk berulang-kali, berdiskusi sana-sini, pada akhirnya saya mantap mendaftar CPNS 2021. Ku niatkan ini menjadi satu diantara dedikasiku dan jalan ibadahku sebagai hamba kepada Allah, sebagai anak ke orangtua, sebagai masyarakat pada negara. Ku niatkan ini sebagai ibadahku memberikan pengetahuan dan melakukan tri dharma perguruan tinggi. Tentu saja saya telah meminta restu calon suamiku dan beliau benar-benar memberikan dukungan keputusanku ingat karakterku tidak akan betah jika cuman diam di dalam rumah. Niat itu ku tanam dalam-dalam, agar apa saja hasilnya kelak itu adalah yang terbaik.

Sesudah mendapatkan ridho dari orangtua, saatnya niatku itu ku berikan pada Allah. Biarkan Allah yang menilai ketulusan niat kita. Pokoknya jika Allah ridho, maka semua halangan ada Allah yang bakal membantu kita. Tetapi jika dari awal kita ini ngotot dan ngeyel kepengin diterima, takutnya jika diterima kelak Yang Maha Kuasa tidak membantu kita karena sejak awal tidak ridho.

Tidak boleh berdoa agar diterima, tetapi minta ridho-Nya dan berdoa untuk hasil yang terbaik menurut-Nya (entah diterima entah tidak, itu yang terbaik untuk kita). Jika sudah begitu, insyaallah apa saja tantanganmu kelak akan ada yang selalu menolongmu . Maka, pondasi awal saat sebelum mendaftar adalah NIAT. Mengapa sih kamu ingin daftar CPNS?

2. Mendaftar dan Siapkan Dokumen Administrasi Pendaftaran

Sistem saat ini serba online, tidak boleh takut untuk bertanya ke orang di sekelilingmu jika bingung. Ikuti panduan registrasi yang tercantum di pengumuman. Buka situs https://sscn.bkn.go.id/ di sana informasi sudah lengkap. Nah, agar selalu update informasi, coba follow akun twitter-nya BKN. Di sana informasi terbaru tentang CPNS bisa lebih cepat disiarkan.

Setelah mendaftar dirimu di akun sscn.bkn.go.id, saat ini waktunya kumpulkan dokumen untuk seleksi administrasi. Ingat ya! Kita bertemu dengan sistem, jadi sebisa mungkin dokumen yang kamu upload dan kirim nanti sesuai persyaratan. Contohnya, di sana tercantum harus menyertakan foto copy ijazah terakhir yang sudah dilegalisir. Berarti kamu harus kumpulkan foto copy ijazah yang dilegalisir, tidak boleh mengirim foto copy ijazah yang belum dilegalisir dengan harapan: “Ah paling mereka tidak akan memeriksa satu-persatu!” atau “Yah mungkin ini kekeliruan yang bisa diterima, toh ini ijazahku betulan!” Duh, jangan sampai menggampangkan sistem!

Ada beberapa kasus gagal di seleksi administrasi karena kurang cermat atau menggampangkan. Ada sebagian orang yang sengaja mendaftar tidak sesuai dengan formasi dengan harapan tim penyeleksi akan memaafkan. Tetapi rupanya tidak, yang tidak sesuai sudah dipastikan gugur di seleksi berkas. Jika ada yang lolos, itu bisa menjadi permasalahan di seleksi akhir nanti. Saranku, taati semua ketentuan sistem yang ada dan cermat kembali berkas yang akan kamu kirim. Jika sudah demikian, kita akan tenang menanti informasi lolos seleksi administrasi.

3. Belajar

Ada jeda waktu lumayan lama (kurang lebih 1-2 bulan) untuk menanti pengumuman lolos administrasi. Ku tanyakan ke beberapa orang yang mendaftar, beberapa dari mereka akan belajar jika sudah ada pengumuman lolos adminstrasi. Menurutku justru tidak boleh demikian. Jeda waktu sehabis pengumuman lolos adminitrasi dengan waktu tes komputer (CAT) nanti benar-benar mepet. Tidak ada cukup waktu untuk mempersiapkan diri. Gunakan setiap waktu, walau belum pengumuman lolos administasi seharusnya mulai belajar untuk tes komputer Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) . Maka tahapan test yang akan kamu lalui adalah:

a. Seleksi Administrasi

Ini berhubungan dengan berkas yang kamu kirimkan, apakah sudah sesuai yang diminta? Jika seleksi ini lolos, maka memiliki hak ikut tahapan tes selanjutnya yaitu, SKD. Tetapi jika tidak lolos administrasi, maka otomatis peserta dipastikan gugur dan tidak dapat ikut tahapan selanjutnya.

b. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Tes ini perlu persiapan matang. Jika saya sendiri untuk persiapan SKD, saya belajar dari buku latihan soal CPNS Terbaru. Beberapa buku seperti itu banyak dijual di toko buku dengan beragam variasi isi. Jika saya pada akhirnya membeli ini:

Ku bertanya temanku yang pernah tes CPNS 2021, katanya isi buku itu sesuai soal tes tahun lalu. Saya semakin semangat belajar dari halaman pertama sampai halaman terakhir yang isinya UUD 1945. Ku coba simulasi tes komputer dari CD bonus membeli buku itu. Harapannya saya tidak akan kaget dengan tipe soal dan test pakai computer nanti.

Sesudah giat belajar di sela waktu kerja sepanjang satu bulan lebih, eh dapat informasi jika tes tahun 2019 berbeda dengan test sebelumnya. Saat itu dapat informasi dari kolom berita bahwa banyak yang gugur di SKD. Wah, wah, wah, umumnya gugur di Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Peristiwa apa lagi ini? Saya mencari info lebih jauh, ku membuka youtube, google, dan situs informasi. Rupanya kasusnya memang sama, banyak yang gugur di TKP untuk Formasi Umum. Inilah nilai ambang batas (passing grade) agar bisa lolos SKD.

Formasi yang ku daftar kebetulan cuman ada formasi umum. Mau tidak mau jika ingin maju ke tahap SKB, saya harus bisa lolos passing grade adalah TKP 143, TIU 80, dan TWK 75. Beberapa pengalaman temanku yang beberapa waktu sebelumnya sudah tes SKD mereka tidak lolos nilai TKP. Ada yang nilainya 142, kurang 1 poin lagi walau sebenarnya, tetap terhitung tidak lolos SKD. Saya lebih deg-deg-an, apa lagi masalah TKP tahun 2021 tidak bisa ditebak. Ucapnya pilihan jawabannya itu susah dibedakan. Rasanya saat itu percuma saya belajar dari buku setebal bantal itu. Tetapi saya berusaha masih tetap percaya diri karena paling tidak saya telah menyiapkan diri sebagus mungkin untuk SKD 2021.

Ku membuka google, youtube, dan tulisan-tulisan orang tentang TKP 2021. Disana saya bisa sedikit gambaran soal-soal TKP 2021 yang membuat peserta berguguran. Ku tanya pada teman-teman yang sudah SKD, dari mereka saya mendapatkan gambaran masalah tes nanti. Sekali lagi paling tidak saya telah berusaha dan berdoa semampuku. Masalah hasil itu udah di luar kuasaku.

(1) TWK (Tes Wawasan Kebangsaan): 35 soal, isinya mengenai implementasi pengetahuan terkait pancasila dan UUD 1995. Ada banyak pasal UUD 1945 yang keluar. Saat itu saya sudah menghapalkan isi UUD, rupanya yang keluar soal implementasi. Soalnya ternyata lebih mudah, ku rasa jika tidak belajar bisa mengerjakan karena ini kaitannya dengan pemahaman dan implementasi.

(2) TIU (Tes Intelejensi Umum): 30 soal, didalamnya seperti perhitungan deret sederhana, melengkapi gambar, tes bacaan dan ejaan, beberapa soal untuk menilai kekuatan pikir logis dan analisis. Seperti tes potensi akademik (TPA) itu. Ini perlu didalami kembali untuk sekedar mengingat pola-pola masalahnya.

(3) TKP (Tes Karakteristik Pribadi): 35 soal, kurang lebih soal TKP 2021 untuk menilai karakter pribadi peserta yang berhubungan dengan layanan publik, sosial budaya, perkembangan teknologi (untuk tahu kita ini sebetulnya tipe orang yang up-date tehnologi dan komunikasi, tidak sich ?), kreasi, pengembangan, kekuatan bekerja mandiri dan kelompok. Pokoknya karakter kita ini harus sesuai kriteria seorang PNS yang pada intinya berbakti untuk negara. Ingat ya PNS itu pengabdi, bukan jabatan yang wow hingga ada informasi seorang PNS menghina pembantu. Walau sebenarnya aslinya kan sama pengabdi, sama bawahan, ya intinya pengabdi apa itu sih? Jika ingin yang tidak mengabdi ya malah jadilah pengusaha, bos perusahaan, atau wiraswasta.

Selesai SKD, di komputer langsung ada hasil tes kita. Alhamdulillah malam itu saya bisa lolos tes SKD. Kebetulan jadwal tes-ku dari habis ashar sampai habis magrib. Rupanya saya bisa informasi beberapa hari selanjutnya jika pada sesi itu dari ratusan peserta hanya saya sendiri yang capai tingkat batas. Pantas saja dua satpam di gedung itu ramai mengajakku foto setelah tahu saya bisa lolos tes. Kata kedua satpam penjaga hotel tempat tes itu, sangat jarang berhasil yang bisa lolos. Oalah, pantesan sepanjang jalan keluar gedung saya disalami beberapa panitia tes. Saya bingung awalannya, oh rupanya karena ini. Saya berasa benar-benar bersyukur. Ini dia hasil test SKD-ku.

c. Seleksi Kompetensi Bidang

Jika sudah dipastikan lolos SKD, tahap selanjutnya yaitu SKB. Masing-masing Kementerian mempunyai peraturan sendiri terkait SKB. Jika formasi CPNS dosen, SKB ini ada banyak tahapan dan dilakukan di kampus tempat kita mendaftar.

(1) Tes Tulis: Mengerjakan 100 soal berhubungan dengan bidang kita, kalau saya sudah pasti soal yang ku terima berkaitan bidang pendidikan, bahasa, dan sastra.

(2) Tes Mengajar (Microteaching): Selumnya sudah ku persiapkan print out RPS, RPP, PPT, dan ku bawa laptop dan flashdisc untuk presentasi mengajar. Saat itu saya mengajarkan di muka Kaprodi dan Sekprodi.

(3) Wawancara: Sesi wawancara ini kita akan bertemu langsung dengan petinggi Fakultas, yaitu Dekan dan jajarannya. Kita akan ditanya seputar kemampuan kita, kekurangan kita, tri darma peguruan tinggi, prestasi yang sempat kita raih, pengalaman organisasi, dan kemampuan bahasa Inggris kita . Maka ada sesi wawancara menggunakan bahasa Inggris. Untungnya saya sering melihat film berbahasa inggris, itu benar-benar membantu untuk sesi speaking. Yah, meskipun belibet, ruwet, macam kalau minion bicara: “hablah, hablah, hablah.” Paling tidak beliau-beliau memahami pembicaraanku.

Katankalah ini hanya keberuntungan. Peserta yang akan diterima sesuai formasi ada 2, yang lolos SKD ada 3 peserta, dan yang datang ke SKB ternyata hanya 2 peserta (termasuk saya). Teman-teman dari prodi lain langsung menyebutku auto CPNS, karena jelas kami berdua tidak ada lagi lawan. Menurut informasi yang ku dapat, 1 peserta yang tidak datang itu terkendala karena sedang hamil tua. Peristiwa ini betul-betul di luar kendaliku sebagai manusia. Hanya Allah yang maha penolong dan sebaik-baik pemberi pertolongan. Inilah akumulasi hasil SKD dan SKB.

d. Pemberkasan

Ikuti semua proses pemberkasan dengan teliti dan tekun. Kemarin yang ku ingat ada KTP, SKCK, Ijazah, Akreditasi Prodi/Universitas, Pasfoto, Surat Sehat Jasmani, Rohani, dan Bebas Narkoba dari RSUD. Nanti ada tambahannya, kuncinya sama dengan seleksi administasi: teliti dan tidak boleh menggampangkan. Ini hubungannya dengan turun atau tidaknya SK CPNS kita nanti.

4. Update Informasi

Saranku, selama tes itu harus terus update informasi. Seperti kasusku yang ternyata pola soal berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tidak aktif cari informasi, mana kita tahu soal macam apa yang akan kita hadapi kan? Jangan sampai malu atau sungkan bertanya pada teman-teman atau orang yang lebih berpengalaman. Tidak ada ruginya menanyakan. Hitung-hitung itu salah satu usaha kita.

5. Lakukan Berbagai Faktor X

Ini justru yang terpenting sepanjang proses seleksi CPNS 2021. Kerjakan berbagai faktor yang memberikan dukungan usaha dan doa kita. Seperti teman-temanku yang bisa lolos, saya mengatakan faktor X. Apa sih faktor X itu? Faktor X adalah beberapa hal yang kita usahkan yang tidak ada hubungannya langsung dengan tes ini. Contohnya saja, awalnya sholat sunah bolong-bolong jadi semakin teratur. Perbanyak puasa, sedekah, tadarus Quran, membantu orang, tetap baik ke orang yang telah mendzalimi kita, menghindari dosa, kurangi aktivitas analisa sosial (ghibah).

Membahagiakan hati orangtua jalan paling baik memperoleh rejeki. Contohnya membelikan beberapa barang yang diinginkan mereka sepanjang kita mampu, kadang-kadang memberinya uang lebih banyak dari biasanya, pokoknya jangan sampai pelit sama orangtua sepanjang kita mampu. Saya dengar cerita orang-orang sukses, tentu terselip doa ibu dan bapak atas suksesnya mereka. Jika yang sudah bersuami, memiliki arti selalu menurut dan berbakti seratus persen ke suami. Senangkan selalu hati suami, sabar, dan lakukan yang terbaik!

Satu hal yang selalu ku ingat dari teman-teman liqo, jika perolehan kita saat ini bisa saja dari hasil doa orang lain, entah kita mengenal entah tidak. Karena itu melakukan perbuatan baik selalu dengan siapa saja. Tidak boleh mentang-mentang kamu pintar, tampan, cantik, body goal, kaya raya, punya status jabatan semakin tinggi, terus jadi sombong, semena-mena, dll. Kita tidak tahu doa siapa dari mereka yang dijabah. Melakukan perbuatan baik! Minimal ramah dan tersenyum. Walau mereka sudah dzalim ke kita, jangan sampai sakit hati. Ingat ya setan dikeluarkan dari surga hanya karena sifat sombong mereka yang berasa lebih bagus dari Adam. Hanya karena sifat sombong, teman-teman . Maka, jika ada yang minta bantuan, walau sepele, asal tidak melanggar syariat ya tolonglah. Tidak ada ruginya: karena tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan juga.

6. Hilangkan Sifat Iri dan Dengki, Semua Orang Sudah Melalui Ujiannya Masing-masing

Eh ini jangan lupa, jika tiap orang tentu mempunyai ujiannya. Saya makin memahami jika pencapaian tiap orang tentu disertai dengan banyak ujian dan masalah. Contoh kita tentu pernah berpikir, “Nikmat sekali ya jadi Si A, bos media besar, berlimpah harta, bla bla bla!” Ya ampun, Si A dapat semacam itu pasti karena kerja keras, doa, usaha, dan mampu diuji lebih dari kita. Makin besar pencapaian seseorang berarti telah banyak badai dan masalah yang ia hadapai dan belum pasti kita mampu melalui badai itu.

Teman-temanku yang lolos CPNS cerita soal ujian yang harus mereka temui. Ada yang emasnya hilang, ada yang kecelakaan, ada ini itu. Aku juga alami itu, berdarah-darah justru ujiannya. Sedih, kecewa, itu hal umum. Percayalah “sesudah kesulitan bakal ada kemudahan.” Hadapi dengan ridho ujian kita masing-masing. Terus berusaha untuk selalu bersabar dan mengucapkan syukur.

Demikian tulisanku kali ini. Tidak ada tujuan apa pun selainnya berbagi informasi. Mudah-mudahan berguna, khususnya bagi yang akan ikut tes CPNS 2021. SEMANGAT!