Minimum Viable Product (MVP), Awal dari Setiap Produk Besar

  • 2 min read
  • Jul 21, 2021

Bhutannica.org – Apabila anda memiliki rencana membangun startup atau bekerja didalamnya, tentu saja anda harus mengembangkan sebuah produk baru dari nol. Proses dari rencana sampai marketing, pernahkah anda dengar istilah Minimum Viable Product (MVP)?

Minimum Viable Product dikenalkan pertama kali oleh Eric Ries, seorang konsultan dan penulis tentang startup. Menurut Eric, pengertian dari Minimum Viable Product adalah

“The minimum viable product is that version of a new product which allows a team to collect the maximum amount of validated learning about customers with the least effort.” by Eric Ries

Bisa diartikan bahwa Minimum Viable Product adalah sebuah produk yang memenuhi kebutuhan dasar dari pelanggan, yang belum terlalu canggih tetapi tetap memiliki nilai guna yang tinggi.

Fungsi utama dari membuat Minimum Viable Product adalah untuk tingkatkan daya tarik pelanggan pada produk. Banyak startup yang memakai Minimum Viable Product untuk memperoleh perhatian dari pelanggan seperti Uber, Dropbox dan Zappos.

Berikut contoh untuk mempresentasikan peran dari Minimum Viable Product:

Ambil contoh sebuah startup bernama MABA Donat yang ingin membuat donat, hal pertama kali yang dilakukan adalah merencanakan prototype donat itu. Bagaimana bentuk donat yang akan dibuat, bahan apa yang dipakai, dan rasa apa yang akan ditambahkan pada donat itu.

Setelah itu startup MABA Donat akan membuat MVP berdasar prototype yang sudah dibuat, tetapi hanya beberapa fitur penting saja yang ada di dalam MVP itu, yaitu donat sederhana tanpa toping.

MVP donat juga dibuat tanpa tambahan seperti rasa selai cokelat atau keju di atasnya, karena startup MABA Donat hanya ingin mengetahui bagaimana tanggapan pelanggan pada bahan donat yang dipakai dan struktur dari donat tersebut.

Setelah startup MABA mengetahui bagaimana tanggapan dari pelanggan pada MVP yang sudah dibikin sebelumnya, maka startup MABA baru memulai untuk menambahkan rasa sesuai tanggapan yang didapat.

Lalu, keuntungan apa yang didapatkan saat membuat Minimum Viable Product?

  1. Memperoleh keuntungan dengan resiko yang kecil.
    Dengan MVP, sebuah startup bisa memperoleh keuntungan yang bisa lebih cepat dari tanggapan langsung pelanggan.
  2. Tidak menghabiskan waktu dan dana yang besar dalam membuat produk.
    MVP membuat startup mengetahui, apakah mereka telah menyelesaikan permasalahan yang dirasa oleh pelanggan atau memang belum? Apabila sudah, apa masih tetap ada fitur yang perlu diperbarui atau ditambahkan ke depannya?
  3. Memperoleh gambaran langsung tentang pelanggan.
    Karena startup memproduksi MVP, karena itu pelanggan akan memberikan kritikan dan saran tentang MVP tersebut. Seiring berjalannya waktu, maka startup akan mempunyai gambaran mengenai pelanggan seperti apa yang memakai produk mereka dan ini adalah informasi yang penting untuk startup.
  4. Nilai plus ketika Funding
    MVP bisa sebagai contoh tentang produk apa yang akan dibuat oleh startup dan jadi poin penting yang akan diperhitungkan oleh investor ketika Funding.

Jadi , bila sebelumnya anda berpikiran bahwa membuat Minimum Viable Product adalah hal yang tidak begitu penting untuk startup, sepertinya anda harus mempertimbangkannya sekali lagi.