Arti Costumer Lifetime Value, Mengukur Kesetiaan Pelanggan Bagi Perusahaan

  • 2 min read
  • Jul 20, 2021

Bhutannica.org – Pernahkah kalian menjadi konsumen setia sebuah usaha? Apa yang menyebabkan kalian terpaku dengan perusahaan itu? Mungkin dari layanannya atau bisa juga karena produknya? Nilai yang didapatkan perusahaan dari kesetiaan anda sebagai pelanggan di perusahaan itu adalah Customer Lifetime Value.

Customer Lifetime Value (CLV atau LTV) adalah pengukur nilai potensial pelanggan kepada perusahaan pada jangka waktu tertentu. Merujuk pada prinsip Pareto, 80% dari pemasaran perusahaan umumnya hanya datang dari 20% pelanggan.

Saat perusahaan sanggup mengetahui pelanggan mana yang mempunyai nilai tertinggi untuk bisnis mereka, maka perusahaan sanggup untuk menjalankan strategi pemasaran lebih efektif.

Selain memperoleh informasi tentang kategori pelanggan, perusahaan juga bisa mengenali, apakah pelanggan senang dengan layanan atau produk yang ditawarkan?

Jika penghitungan Customer Lifetime Value pada tiap periode semakin meningkat, berarti perusahaan sudah memberinya impresi yang bagus ke pelanggan, entah itu dari layanan atau produk yang ditawarkan.

Lalu, bagaimana cara hitung Customer Lifetime Value?

rata-rata transaksi x jumlah transaksi x periode = CLV

Sebagai contoh yang mudah, bayangkan bila anda beli sembako di toko swalayan MABA untuk kebutuhan bulanan dengan rata-rata pembelian Rp200.000 selama lima tahun.

200.000 x 12 x 5 = 12.000.000

Nilai yang didapat adalah Rp12.000.000, itu adalah Customer Lifetime Value anda terhadap toko swalayan MABA.

Contoh penghitungan yang didapatkan dan rumus yang dipakai adalah rumus dasar pada penghitungan Customer Lifetime Value. Ada banyak rumus yang lebih detail untuk hitung Customer Lifetime Value. Umumnya, perusahaan akan memakai beberapa penghitungan dan mengambil nilai rata-rata dari Customer Lifetime Value yang didapatkan.

Ada beberapa cara untuk tingkatkan Customer Lifetime Value sebagai berikut:

Lakukan segmentasi pada pelanggan.

Dengan lakukan segmentasi pada pelanggan, perusahaan bisa lakukan pendekatan marketing yang sesuai riwayat pembelian sebelumnya dan ketertarikan yang dimiliki oleh pelanggan tersebut.

Membuat produk atau jasa yang meng-komplemen produk atau jasa sebelumnya.

Jika perusahaan sepatu menawarkan produk kaus kaki ke pelanggan yang sudah beli sepatu pada kesempatan sebelumnya, karena itu peluang pelanggan akan beli kaus kaki tersebut besar karena produk kaus kaki yang akan mengkomplemen produk sepatu tersebut.

Memberikan diskon atau promo.

Dengan memberinya diskon atau promo ke pelanggan tentu saja akan meningkatkan tingkat kesetiaan pelanggan itu pada layanan atau produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

Meningkatkan layanan ke pelanggan

Saat perusahaan memberikan layanan yang bagus pastinya pelanggan akan merasa nyaman saat lakukan transaksi dan memberikan impresi yang bagus untuk transaksi selanjutnya.

Pada saat perusahaan sudah mempunyai informasi yang cukup mengenai Customer Lifetime Value, karena itu perusahaan itu bisa meningkatkan pemasaran dan menghemat biaya Customer Acquisition Cost mereka.