Apakah Makan Pedas Bisa Turunkan Risiko Kematian Dini?

  • 2 min read
  • Jul 13, 2021

Bhutannica.org – Ini kata para pakar yang tergabung dalam Asosiasi Jantung Amerika Serikat di tahun 2020 lalu.
Apa kamu pencinta kuliner pedas? Bila benar, kali ini sedikit ada kabar mengembirakan buat kamu yang menyukai makan-makanan pedas.

Kok bisa? Tentu saja bisa.

Info mengembirakan ini didukung oleh hasil riset yang sudah dilakukan pada tahun 2020 lalu di Amerika. Beberapa peneliti yang tergabung menjelaskan bila resiko kematian dini pada mereka yang konsumsi makanan pedas bisa turun loh.

Penjelasan para ahli

Dalam benakmu mungkin kamu berpikir, bagaimana makanan pedas bisa turunkan resiko kematian dini?

Dijelaskan oleh beberapa peneliti di Amerika Serikat yang mengatakan bila konsumsi cabai bisa hidup lebih lama dibanding dengan mereka yang tidak begitu menyukai makanan pedas.

Secara rinci, para peniliti yang tergabung dalam Asosiasi Jantung Amerika dalam paparan ilmiah menjelaskan bila cabai dihubungkan dengan menurunkan resiko kematian karena kanker kurang lebih 23 persen.

Cabai yang identik dengan pedas itu dikatikan dengan turunnya resiko kematian karena kardiovaskular sampai 26 persen lebih sedikit. Lebih lanjut lagi, para peneliti mengatakan bila makanan pedas bisa kurangi resiko kematian sampai 25 persen secara keseluruhan dari penyebab apa saja, dibandingkan dengan mereka yang jarang konsumsi makanan pedas.

Cabai dan manfaatnya

Bila makanan pedas dipandang bisa menurunkan resiko kematian dini, apa sih manfaat cabai untuk kehidupan manusia?

Dikutip dari Delicious, penelitian sebelumnya yang sudah dilakukan oleh beberapa peneliti itu memperlihatkan bila cabai mempunyai sifat anti-inflamasi dan kandungan antioksidan yang kuat karena capsaicin. Capsaicin sebagai senyawa kimia yang membuat sensasi terbakar secara khas.

Saat kamu menggigit cabai, ada sensasi panas yang khas di mulut? Betul? Itulah cara kerja capsaicin saat masuk ke dalam mulut.

Kata para peneliti

Beberapa peneliti yang tergabung dalam penelitian bahkan cukup terkejut dengan hasil riset mereka. Beberapa orang yang tergabung dalam Asosiasi Jantung Amerika itu tidak menduga bila konsumsi makanan pedas bisa memiliki manfaat yang mengagumkan.

” Kami kaget menemukan bahwa dalam riset yang diterbitkan sebelumnya, konsumsi cabai secara teratur dikaitkan dengan pengurangan risiko secara keseluruhan dari semua penyebab, CVD, dan kematian akibat kanker. Ini menyoroti jika faktor makanan mungkin memainkan peran penting dalam kesehatan secara keseluruhan,” kata penulis senior Bo Xu, MD, seorang ahli jantung di Institut Jantung, Vaskular danThoracic Klinik Cleveland di Cleveland, Ohio.

Waktu dan lokasi penelitian

Studi yang menjelaskan terkait menurunnya resiko kematian karena makanan pedas ini sebelumnya dilakukan di tahun 2020 dengan objek penelitian yang cukup banyak. Studi mengenai faktor dan risiko kematian dini manusia ini adalah penelitian yang besar.

Penelitian besar tersebut didasarkan pada catatan kesehatan dan diet yang melibatkan lebih dari 570.000 orang loh Sahabat Bhutannica.

Tempat penelitian itu tidak hanya dilakukan di Amerika Serikat saja. Objek dari penelitian itu berbasis di sejumlah negara yang berlokasi di seluruh Amerika Serikat, Italia, China, bahkan Iran.

Jadi , bagaimana nih menurut kamu?

Kesimpulan

Jangan terburu-buru disimpulkan ya gaes, pasalnya penelitian tersebut mempunyai keterbatasan karena kurangnya informasi spesifik.

Para peneliti mengatakan bila mereka tidak dapat menemukan info spesifik tentang jenis cabai apa yang dapat dikonsumsi untuk menurunkan resiko kematian karena jantung bahkan kanker.

Para peneliti yang tergabung dalam Asosiasi Jantung Amerika Serikat itu kesulitan untuk menarik kesimpulan mengenai berapa banyak, berapa sering, dan jenis konsumsi cabai apa yang mungkin terkait. dengan makanan pedas dan manfaat kesehatan.